Tau, Tau

Tau, Tau

08 April 2021

‘Tau, tau’

Oleh Subadri

 

Tau, tau! atau mau, tahu, tahu! Silakan. Suka – suka. Yang jelas ini bukan pengasong sedang menjajakan dagangan tahu sumedang di tengah – tengah kemacetan atau di stopan lampu merah. Ini adalah sebuah bentuk pernyataan keterperangahan. Terkejut! Tidak pernah membayangkan sebelumnya atau memang tidak hendak tahu kondisi lingkungan yang berubah begitu cepat dan tak beraturan.

Masih ingat tukang foto di kawasan destinasi wisata dengan hasil jepretan instannya. Foto Polaroid. Sekarang dimana, setelah ditemukan kamera digital, dan kemudian ditanam dalam smartphone? Kodak dan Fuji, jagonya saat itu, kini tinggal nama. Begitu pula, kampiun komunikasi, connecting people, Nokia terbenam. Padahal, CEOnya mengatakan, “Kami tidak melakukan kesalahan apapun!” 

Jadi, apa dan siapa yang salah? Kesuksesan yang membuat besar, bahkan paling besar dapat meninabobokan merasa nyaman dan jumawa. Ditandai dengan sifat kaku dan dingin terhadap perubahan yang berlangsung. Acuh beibeh! Langkah berikutnya, fokus menyasar pasar menengah atas. Abaikan, menengah bawah. Nah,  ini tanda – tandanya mulai tidak terpikirkan bahwa yang kecil ketika tersambung satu sama lain dalam jejaring yang besar dan luas tanpa sekat warna kulit, budaya, agama dan batas – batas negara dengan dimotori kemajuan teknologi mampu mengamputasi kaki petahana. Ibarat ikan – ikan teri kecil bisa menggulingkan sebuah kapal. Bukan dengan produk baru, tapi dengan bisnis model baru dengan menggunakan strategi biaya murah(low cost strategy). 

Tetaplah rendah hati, ketika sudah berada di puncak. Post morfem, itulah pelajaran yang masih diingat ketika saya mengikuti pembelajaran jarak jauh pejabat kredit, adalah keberakhiran. Bangkrut! Karena, memang fana, tiada yang kekal kecuali Sang Pencipta. Keberlanjutan perlu diupayakan dengan inovasi kendati harus meloncat menyakitkan demi tetap bertahan dan bertumbuh.

Tau, tau! Pertumbuhan ekonomi tumbuh positif, tapi mengapa penyaluran kredit tidak dan dana pihak ketiga menurun. Yakini, bahwa pertumbuhan dengan delta kenaikan yang semakin menurun dari tahun ke tahun menandakan perusahaan dalam siklus penurunan. Waspada! Tau, tau ada perusahaan yang memberikan kredit tanpa harus datang ke kantor dengan syarat dan ketentuan yang longgar. Tau, tahu, ada platform teknologi finansial untuk kemudahan transaksi pembayaran dan buka aplikasi tabungan secara daring yang dapat menggerogoti pasar tabungan konvensional. 

Mungkin, kita tidak lagi bisa bilang seperti CEO Nokia. Kesalahan kita adalah kita tak mau beranjak dari pikiran kemarin. Senyaman apapun masa lalu tetaplah masa lalu yang tidak mungkin kita kembali kesana. Zaman telah berubah. Harini, disini kita berdiri menatap pesaing makin berat dan banyak baik yang nampak maupun yang tidak nampak. Setelah faham akan kondisi baik intern dan ekstern, rencanakan dengan baik. Lalu, eksekusi atau terapkan hal tersebut segera. Pada langkah awal, kita mulai menggeser cara pandang, barulah sebelum merubah bisnis model sekurang kurangnya melakukan pengembangan produk dan jasa yang berorientasi customer.

Tau, tau! Sudah di 2021. Selamat tahun baru dengan semangat baru, dan tetap memelihara optimism, capaian baru dengan cara – cara baru tengah menanti. Ayo, melompat lebih tinggi! Di tengah – tengah kita menetapkan 2021 sebagai tahun pemulihan. 

 

Salam sehat! Disiplin jalankan protokol kesehatan.